by

Ajak Semua Orang ke Jalan Tuhan

Oleh : Idat Mustari *

Satu saat salah seorang mengomentari temannya yang aktif suka men share tulisan-tulisan bertema agama ke grup WhatsApp nya, ”Tong dakwah wae gandeng,jiga nu geus bener wae.” (jangan dakwah terus, seperti sudah benar saja). Jika menyampaikan pesan kebaikan syaratnya harus orang yang suci maka tentu hanya para nabi yang bisa. Terserah dia bergelar ustad, kiyai, ulama selama dia manusia pasti tak suci sebab bukan nabi.

Mengajak mengingatkan orang lain yang mungkin sedang dalam keadaan lalai,membangunkan yang ketiduran, membangkitkan yang tersandung, tergelincir, mensucikan nurani yang kotor, dan merangsang beribadah, menyampaikan kebaikan adalah  perintah Allah kepada semua manusia. Mau dia Ustad atau bukan, Kiyai atau bukan. “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran : 104).

Dalam pandangan Allah ketika seseorang  men-share tulisan yang berisikan pesan kebaikan, atau sekedar  mengcopy  dari yang lain, tak peduli  seberapa banyak yang membaca. Berdakwah via You tube, Tik-tok, bukan seberapa banyak yang meng like nya dan jumlah subscriber nya. Memberi ceramah baik kultum (kuliah tujuh menit) atau kutil (kuliah tiga menit) bukan seberapa besar mustami nya,  tapi sesuci apa hatinya, ihklas atau tidak, Karena Allah atau tidak. Berbuat atau tidak.

Atau dalam kasus lain,terkadang ada orang yang nyinyir ketika ada anak nya seorang yang dianggap ustad atau kiyai itu nakal. Padahal sekelas  Nabi Nuh AS yang berdakwah hingga ratusan tahun pengikutnya tak lebih dari 80 orang. Itu pun mereka berasal dari kalangan orang miskin dan lemah. Bahkan Istri dan anaknya pun tidak selamat. Lantas apakah Nabi Nuh AS dianggap gagal oleh Allah SWT. Tentu tidak, sebab Nabi Nuh AS hanya diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran dari Allah.

Mengingatkan, mengajak kepada keinsafan atau usaha mengubah situasi menjadi lebih baik dan sempurna, kepada anak, istri, suami, teman atau siapapun  harus dilaksanakan dengan rendah hati, bijaksana, dan penuh sopan santun. ” Ajaklah manusia ke jalan Tuhan-mu dengan cara yang bijaksana, pengajaran yang baik dan berdialoglah dengan mereka dengan cara-cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl : 125)

Begitupun siapapun yang mengajak orang di jalan Allah baik dengan lisan atau tulisan tak boleh tersimpan dihatinya merasa lebih baik dari orang lain, terlebih lebih menganggap orang lain sesat, sebab hanya Allah yang paling tahu siapa yang sesat dan siapa orang yang mendapat petunjuk dari-NYa.

Sekali lagi sampaikan pesan kebaikan, ajak orang di jalan kebaikan bukan karena ingin dianggap orang baik oleh manusia, tapi semata-mata hanya ingin berbuat kebaikan. Bisa hanya dengan sebaris doa yang di share melalui Whatsapp. Bisa dengan mengumandangkan ‘azan atau iqamah’, atau dengan cara kebaikan lainnya

Semoga Allah memberi kemampuan pada kita untuk membuat cerita indah dalam hidup ini dan Allah mengampuni segala dosa dan khilaf dan dimasukan dengan Rahmat-Nya ke dalam Surga-Nya.

Kolumnis, Budayawan, Lawyer, Tinggal di Bandung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed