by

APA KABAR UU HALAL

JAKARTA (iHalal.id) —- Pemerintah didesak segera menerbitkan PP (peraturan Pemerintah) Jaminan Produk Halal, menyusul akan diberlakukannya UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada tahu 2019.  Keberadaan peraturan pendukung Undang-Undang tadi dibutuhkan ummat guna kepastian, makanan dan minuman yang dikonsumsi halal.

Ilustrasi

Sejak diundangkan 4 tahun yang lalu, sosialisasi UU no. 33 tahun 2014 tetang Jaminan Produk Halal (JPH—red.) giat dilakukan pemerintah, antara lain melalui Kementerian Agama dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) melalui LPOM MUI. Akan tetapi, merujuk kepada amanat UU, setelah batas waktu tahap sosialisasi selesai hingga 5 tahun, UU Halal tadi harus segera diberlakukan dengan panduan peraturan pendukung (PP—red.) dari Kementerian Agama.

Lambannya   PP sangat disayangkan berbagai pihak, antara lain datang dari YPHI (Yayasan Produk Halal Indoensia) dan Pusat Halal Salman-ITB. Ketua umum YPHI Dr. Muhammad Yanis Musdja yang juga pengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta menyesalkan belum adanya PP Halal, padahal tahun 2019 UU no. 33 tahun 2014 tetang Jaminan Produk Halal harus segera diberlaukan. Senada dengan Yanis, Ketua Harian Pusat Halal Salman-ITB Dina Sudjana mengakui belum adanya PP Halal membuat ummat bingung. Namun baik Yanis maupun Dina, pihaknya tetap melakukan workshop terhadap para pemangku kepentingan Halal, seperti pedagang, pengusaha kecil-menengah akan manfaat UU no. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal bagi ummat.

Ilustrasi

Dengan diberlakukannya UU no. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang berhak melakukan sertifikasi halal adalah Kementerian Agama dengan menunjuk organisasi kemasyarakatan Islam yang ada. Sedangkan kewenangan MUI sebatas fatwa bagi produk-produk Halal yang disertifikasi.

Seperti diberitakan, kebutuhan akan Halal sudah menjadi tren global. Beberapa Negara non muslim bahkan sudah terlibat dalam bisnis halal. Seperti Australia dikenal sebagai Negara utama pemasok daging halal untuk Negara-negara Timur-Tengah. Brazil dikenal dengan ekspor daging unggas untuk kebutuhan pasar Timur-Tengah dengan 5 juta ekor unggas perbulan. Bahkan Negara-negara non muslim, seperti Korea dan Jepang, kini rajin mengeluarkan buku panduan makanan & restoran yang halal bagi para turis yang ingin berkunjung ke negaranya.(gaf)

Untuk lebih lengkapnya seputar UU no. 33 tahun 2014 tetang Jaminan Produk Halal bias diunduh di:

file:///C:/Users/HP/Downloads/UU_No33_Tahun2014_Bahasa%20(1).pdf

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed