by

Apa Kewajiban Kita Terhadap Masjid Al-Aqsho dan Palestina?

Oleh: Muhamad A. Joban, MA.*

Meningkatnya eskalasi politik di bumi Palestina sangat memprihatinkan dunia. Bukan saja masalah agama semata, konflik Israel-Palestina lebih kepada pelanggaran HAM berat bahkan genocide terhadap Bangsa Palestina.

Imam Muhamad A. Joban, MA. (ketiga dari kiri) berfoto bersama Jamaah Masjid Ar-Rahmah Redmond Seattle Amerika Serikat, setelah menggelar aksi simpati terhadap Palestina, seusai melaksanakan Shalat Iedul Fitri 1442 H. (Foto: Dok. Pribadi).

Oleh karena itu, Saya selaku Imam di kota Redmond Seattle Amerika Serikat perlu menjelaskan hal-hal sebagai berikut seputar Apa Kewajiban Kita (Umat Islam) Terhadap Masjid Al-Aqsho dan Palestina;

  1. Membulatkan Niat untuk Berjihad
  2. Memanjatkan Doa untuk Kemenangan Para Mujahidin
  3. Memboikot Barang-barang Produksi Zionist Israel dan Produksi Para Pendukungnya, Seperti Starbuck, McDonald, dsb.
  4. Memboikot Semua Media yang Mendukung Zionist
  5. Jihad dengan Harta
  6. Memberikan Dukungan Moril
  7. Tetep Optimis dan Yakin akan Bantuan Allah
  8. Mempersiapkan Generasi Muslim yang akan Membawa Panji-panji Islam
  9. Segera Bertaubat dari Dosa-dosa dan Kembali kepada Allah
  10. Mendalami Sejarah dan Persekongkolan terhadap Masjid Al-Aqsho dan Masalah Palestina

Pendahuluan

Masalah Palestina adalah termasuk masalah semua Muslim. Karena Palestina adalah negera Arab Muslim. Penodaan terhadapnya, berarti penodaan terhadap semua kaum Muslimin.

Masjid Al-Aqsho

Masjid Al-Aqsho adalah di antara dua kiblat yang pertama dan ketiga tanah suci. Allaah SWT berfirman:

: ( سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ)
“Mahasuci (Allaah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” QS 17:1.

Lebih jauh, dalam Hadith dikatakan, Tidak dikerahkan (diperintahkan) melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsho (di Palestina)”.

Abu Dzar pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda “Al-Masjil Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau bersabda “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsho. Berkata Abu Muawiyah “Yakni Baitul Maqdis”. Abu Dzar bertanya lagi “Berapa lama antara keduanya?” Beliau menjawab “Empat puluh tahun”.

Selain itu, diketahui bahwa Masjid Al-Aqsho telah ada sejak Nabi Adam, as. Kemudian masjid ini dibangun temurun oleh nabi-nabi setelahnya, khususnya nabi yang diutus oleh kaum Bani Israil. Seperti Nabi Yaqub bin Ishaq, kemudian dilanjutkan dengan keturunan berikutnya yakni Nabi Daud, as. Dan kembali diperbarui oleh putra Nabi Daud, as yaitu Nabi Sulaiman, as.
Sholat di Masjid Al-Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjid Al-Aqhso lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad)

Namun kota Qudus saat ini sedang meratap memohon pertolongan Anda. Qudus saat ini dibawah penguasaan Israel dan mereka mengancam untuk menghacurkan Masjid Al-Aqsho.
Maka oleh karena itu kewajiban dan tugas kita untuk membela dan mempertahankan Al-Qudus.

Untuk menghadapi kebiadaban dan penyerangan mereka terhadap penduduk asli tanah Palestina adalah sbb:

  1. Membulatkan Niat Untuk Berjihad.
    Niat ini penting dan harus terus tetap ada setiap saat pada dada setiap muslim. Nabi SAW bersabda:

“Dari Sahl bin Ḥunaif -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, “Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allaah -Ta’ālā- dengan tulus (benar), niscaya Allaah akan menyampaikannya ke derajat orang-orang yang mati syahid meskipun ia mati di atas tempat tidurnya.”
Hadis sahih – Diriwayatkan oleh Muslim

. وقال صلى الله عليه وسلم : ” مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ، وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ”. (رواه النسائي)

“Barangsiapa yang mati sedangkan ia belum berperang dan tidak berniat akan berperang, maka ia mati sebagai kematian Jahiliyah.

Dari Abu Abdullah Jabir Ibnu Abdullah Al Anshari radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Sesunguhnya di Madinah terdapat orang-orang yang kamu tidak menempuh sebuah perjalanan dan tidak melintasi sebuah lembah, melainkan mereka bersama-sama kamu. Mereka dihalangi oleh udzur sakit.” Dan dalam sebuah riwayat: “Melainkan mereka bersekutu denganmu dalam pahala.” (HR Muslim).

Al Bukhari meriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Kami pulang dari peperangan tabuk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda:

“Sesungguhnya orang-orang yang ada di belakang kita (yang kita tinggalkan) di Madinah, kita tidak melintasi jalan-jalan di gunung-gunung dan juga tidak (melintasi) lembah melaikan mereka bersama-sama kita, mereka ditahan (di Madinah) karena udzur.”

  1. Memanjatkan Doa untuk Kemenangan Para Mujahidin.
    Doa adalah salah satu senjata yang tidak boleh lepas pada setiap Muslim. Maka sebaiknya seorang Muslim tidak boleh lupa untuk terus mendo’akan para mujahidin dari kejauhan. Dan memohon kepada Allaah untuk dikembalikan Masjid Al-Aqsho dan kota Qudus kepada umat Islam. Dan membebaskannya dari tangan-tangan perampok-perampok Yahudi.

“Sesungguhnya takdir itu tidaklah berubah kecuali dengan doa. Sesungguhnya doa dan takdir saling berusaha untuk mendahului, hingga hari kiamat. Dan sesungguhnya perbuatan baik (kepada orang tua) itu memperpanjang umur.” (HR. Ahmad no. 22438)

Doa itu bermanfaat pada apa yang sudah terjadi, dan yang belum terjadi. Kita disuruh untuk berdoa untuk kemenangan

  1. Memboikot Barang-barang Produksi Zionist Israel dan Produksi Para Pendukungnya. Juga memboikot mereka yang membantu atas pendudukan tanah, penumpahan darah, perampasan harta, dan penodaan Khorasan.
    Sebagaimana kita ketahui bahwa pemboikotan ekonomi mempunyai dampak yang besar.
    Dahulu pernah dilakukan oleh Nabi SAW dengan membuka pasar di kota Madinah, dimana sebelumnya pasar dikuasai hanya oleh orang-orang Yahudi.
    Demikian juga pernah dilakukan oleh Mahatma Gandhi yang akhirnya penjajah Inggris meninggalkan India.
  2. Memboikot Semua Media yang Mendukung Zionist
    Yaitu dengan memboikot jaringan TV, koran, dsb yang berusaha untuk menjelekkan dan mencemarkan reputasi para mujahidin yang sedang berjuang membela kehormatan Islam dan tempat-tempat sucinya.

Rasulullah SAW bersabda:

قال صلى الله عليه وسلم : “مَنْ أَعَانَ عَلَى قَتْلِ” مُسْلِمٍ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ، لَقِىَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَكْتُوبٌ عَلَى جَبْهَتِهِ: آيِسٌ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ!” (رواه البيهقي
“Barangsiapa yang membantu untuk membunuh seorang Muslim meskipun dengan setengah kata, maka dia akan berjumpa Allaah di hari Kiamat dan dalam dahinya tertulis: “Jauh dari Rahmat Allaah”.

  1. Jihad dengan Harta. Jihad dengan harta yaitu dengan mendermakan sebagian harta sesuai dengan kemampuan masing-masing.
    Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang menjamin (dengan harta) seorang mujahid, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama”

“Barangsiapa yang tidak ikut berjihad, atau membantu seorang Mujahid, atau menanggung keperluan keluarga para mujahid yang ditinggalkan maka dia akan dikenakan ‘suatu azdab’ sebelum hari kiamat”.

  1. Memberikan Dukungan Moril.
    Dukungan moril ini bisa dengan tulisan, mengadakan demontrasi, mendesak anggota kongres, memberikan pernyataan, dukungan untuk para mujahidin melalui media, dsb.
  2. Tetap Optimis dan Yakin akan Bantuan Allaah (Kemenangan di Tangan Allaah) Kita harus yakin bahwa kemenangan itu ada di tangan Allaah SWT, dan tidak boleh berputus asa atau putus harapan.

(إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ) ( يوسف: ٨٧
“Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allaah, hanyalah orang-orang yang kafir.” QS 12:87.

كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” QS 58:21

Sebagai seorang muslim kita harus mempelajari ramalan-ramalan yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa suatu hari akan berdiri kekhalifahan Islam dan orang-orang Yahudi akan diusir dari tempat suci dan dari tanah-tanah yang mereka rampas.

  1. Mempersiapkan Generasi Muslim yang akan Membawa Panji-panji Islam.
    Kita harus terus menanamkan pada generasi muda tentang pentingnya tanah suci Al-Aqsho dan tanah Palestina dan pentingnya membantu perjuangan mereka.

Seperti yang dilakukan oleh Zionist terhadap generasi muda mereka dengan mencuci otak mereka agar sesuai dengan impian mereka. Dan mereka berhasil di mana misi Zionist terus dibawa oleh generasi-generasi beriktunya.

  1. Segera Bertaubat dari Dosa-dosa dan Kembali kepada Allaah.
    Hendaknya masing-masing kita menyadari bahwa kadang-kadang kemenangan itu agak tertunda karena dosa-dosa kita. Dan kita harus selalu ingat firman Allaah

(إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ)

“Sesungguhnya Allaah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” QS 13:11

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
“Dan barangsiapa yang dihinakan Allaah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allaah berbuat apa yang Dia kehendaki.” QS Al Hajj: 11

Bukankah kekalahan perang Uhud adalah karena dosa sebahagian pemanah? Ketahuilah bahwa musuh-musuh kita kebanyakan menang karena dosa kita, dan karena kita menjauh dari hukum-hukum Allah SWT. Kemenangan itu sudah dijanjikan untuk orang-orang muslim yang solihin, seperti yang

(وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا
عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ) (الأنبياء: ١٠٥).
“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Adz Dikr (Lauh Al-Mahfuzh), bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang sholih.” QS Al Anbiya: 105

  1. Mendalami Sejarah dan Persekongkolan terhadap Masjid Al-Aqsho dan Masalah Palestina.
    Setiap muslim berkewajiban untuk memberikan kesadaran dan informasi yang benar kepada keluarganya masing-masing, tetangganya, dan teman-temannya tentang masalah Masjid Al-Aqsho dan Palestina.

“ Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allaah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allaah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” QS 9:71

Dari Abu Hurairah beliau berkata Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, saling berjualan dengan cara najsy, saling benci dan saling membelakangi. Dan janganlah kalian menjual barang di atas penjualan sebagian lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Takwa itu di sini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang Muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang Muslim. Haram bagi seorang Muslim dari Muslim yang lainnya darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

  • Imam Masjid Ar-Rahmah
    Redmond Seattle Amerika Serikat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed