by

Apa yang Membuat Seorang Therapist AS Derrick Robb Tertarik dengan Islam?

Oleh: Muhamad A. Joban, MA.*

Islam di bumi Amerika tumbuh pesat, bagai jamur di musim hujan. Hampir semua lini kehidupan di AS merasakan kehadiran Islam, dari mulai Kalangan Artis, Olahragawan, Musisi, Politisi hingga Polisi dan Militer.

Derrick Robb, seorang therapist (ahli mengobati) Fisik, asal Seattle AS (kiri) berfoto bersama Imam Masjid Ar-Rahmah Redmond, Seattle AS Muhamad A. Joban, MA, seusai mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Pribadi)

Baru-baru ini seorang therapist (ahli mengobati) fisik di Seattle, Derrick Robb datang kepada Saya dengan maksud ingin mengucapkan Dua Kalimat Syahadat. Dia menuturkan, saat mulai tumbuh dewasa, dirinya mencoba mempelajari sejarah tentang hidup dan kehidupan, seperti asal usul kehidupan dan dimana kita hidup di alam semesta ini.

Dalam masa-masa awal, Derrick Robb mengaku belajar agama dan berhubungan (beribadah) dengan Tuhan dalam ‘konteks’ Kristen-Katolik. Namun Ia makin ragu, karena dalam hatinya banyak pertanyaan pertanyaan yang tidak terjawab. Akhirnya, Ia mulai tertarik untuk meneliti kemiripan antara agama-agama Ibrahim (Islam, Kristen, Yahudi).

Pernah dalam satu kelas sejarah di Universitas, Derrick mencoba mendalami tentang asal-usul Islam, Nabi Muhammad hingga zaman keemasan Islam, terutama pada saat Islam unggul dalam ilmu sains, ilmu kedokteran dan seni. Itu semua membuat Derrick kagum terhadap Islam.

Awal ketertarikan Derrick terhadap Islam adalah ketika Ia berteman dengan seorang Muslim saat pindah ke Seattle. Ia mengaku, sejak pertemenannya itu membantu dia belajar banyak tentang Islam hingga semua pertanyaan-pertanyaan tentang agama terjawab.

Derrick terinspirasi dengan bagaimana cara mereka (Muslim) hidup dan berhubungan dengan Allah, baik secara pribadi maupun dalam sebuah komunitas. Salah satu yang membuatnya takjub dan terkesan adalah bagaimana Islam menekankan toleransi, mengajurkan kesabaran, kerendahan hati, dan keseimbangan.

“Saya terkejut dan senang mengetahui bahwa Islam mengajarkan untuk menghormati semua Nabi, dari Musa, Yesus hingga Muhammad. Para nabi ini menyembah satu Tuhan, Allah, dan mengarahkan kita ke tujuan yang lebih tinggi”, ujarnya kepada Saya disela-sela Acara Pengucapan Dua Kalimat Syahadah di Masjid Ar-Rahmah, Redmond, dimana Saya jadi Imam.

Disamping itu, Derrick juga kagum terhadap Islam, karena Islam menekankan terhadap kecerdasan, karena diperintahkan Nabi: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim, baik pria maupun wanita”.

“Saya terkejut bahwa ilmu sains dan rasionalitas diterima dan didukung oleh para pemikir Muslim, seperti Muhammad al-Khawarizmi, “bapak aljabar” pada abad ke-9”, tambahnya kepada saya, dengan penuh decak kagum.

Tugas dakwah berikutnya setelah Derrick menjadi Muslim adalah berdakwah kepada kedua orang tuanya. Meskipun orang tuanya telah menerima kepindahan agamanya, Derrick merasa terpanggil untuk menjelaskan ajaran agama Islam kepada seluruh anggota keluarga besarnya.

Sebab lain yang membuat Derrick Robb tertarik dengan Islam adalah ketika dia menangani seorang pasen Muslim selama 4 tahun. Ketika itu, pasen muslimnya tidak bisa ruku dan sujud menyusul kecelakaan yang dialaminya. Selama proses terapi 4 tahun itu, Si pasen Muslim tidak pernah mengeluh atau marah, dia selalu senyum dan lidahnya selalu basah dengan berdzikir.

*Imam Masjid Ar-Rahmah Redmond, Seattle AS

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed