by

BPJPH Gelar ToT untuk Percepat Penyiapan Pendamping Proses Produk Halal bagi UMK

JAKARTA (iHalal.id) — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI terus melakukan upaya percepatan program sertifikasi halal. Salah satunya, dengan menyiapkan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Hari ini, BPJPH menggelar Training of Trainer (ToT) Pendamping PPH bagi Lembaga Pendampingan PPH yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Upaya tersebut, lanjutnya, dilakukan dalam rangka memenuhi program 100.000 (seratus ribu) Pendamping PPH untuk akselerasi 10.000.000 (sepuluh juta) Sertifikat Halal bagi produk makanan dan minuman UMK pada tahun 2022. Penyiapan infrastruktur layanan sertifikasi halal tersebut juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program prioritas Pemerintah dalam melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah nomor 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMK.

“Ini juga menjadi kelanjutan pilot project kita yang selama 2 bulan terakhir di 2021 lalu melalui sejumlah pelatihan kita siapkan 2.992 tenaga Pendamping PPH untuk mengejar target 15.000 sertifikat halal,” kata Aqil Irham di Jakarta, Sabtu (14/1/2022).

Berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu, menurutnya masih terdapat sejumlah kendala di lapangan yang menyebabkan target belum dapat tercapai. Hal itu dikatakannya bisa dimaklumi mengingat sertifikasi halal self declare baru pertama kalinya dilaksanakan oleh BPJPH setelah selama ini selalu dilaksanakan melalui proses reguler.

“Dari situ kita ambil pelajaran, dan salah satunya perlu adanya terobosan untuk meningkatkan kualifikasi Pendamping PPH di lapangan. Maka kita menyiapkan trainer-trainer yang nantinya bisa menjadi narasumber atau trainer untuk mempersiapkan lebih banyak pendamping PPH di semua daerah,” lanjut Aqil Irham.

Dengan terobosan tersebut, maka BPJPH dapat memperluas jangkauan dan cakupan Pendampingan PPH di seluruh wilayah Indonesia secara lebih cepat. Hal itu akan lebih mempermudah BPJPH mencapai target 100.000 Pendamping PPH.

“Dan untuk mengawali upaya ini maka kita meminta partisipasi dari PTKIN di seluruh Indonesia, yang melibatkan sedikitnya 58 perguruan tinggi.” lanjutnya.

ToT kepada lembaga pendamping PPH tersebut diberikan kepada lembaga yang sudah ditetapkan oleh BPJPH, yang terdiri dari unsur Dosen perguruan Tinggi Negeri/ Swasta, serta Pengurus Ormas Islam/Lembaga Keagaamaan Islam. Selanjutnya, Lembaga Pendamping PPH yang sudah ditetapkan oleh BPJPH tersebut dapat melaksanakan pelatihan pendamping PPH sesuai dengan standar dari BPJPH. Pelatihan Pendamping PPH dilakukan untuk 100.000 calon pendamping PPH dari unsur Mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri/ Swasta, Kader Ormas Islam/ Lembaga Islam, dan Penyuluh Agama Islam Non PNS.

“Dengan upaya ini kita berharap pelaksanaan Sertifikasi Halal bagi pelaku UMK mencapai target. Ini juga akan mendongkrak produktivitas industri halal yang dengan itu mendekatkan langkah kita untuk mencapai cita-cita sebagai produsen produk halal terbesar di dunia pada 2024 nanti.” kata Aqil irham menegaskan. (BPJPH/gaf)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.