by

Dialog Dengan Orang Liberal tentang Syariat Islam

Oleh: Mohamad Joban, Lc., MA.

Suatu hari setelah menyampaikan ceramahnya tentang keutamaan syariat Islam, Dr.  Muhamad Imarah – dosen di Al-Azhar Cairo – disindir oleh orang liberal yang ikut mendengarkan cermahnya.

Para Imam, Pastur, Rabbi (Pendeta Yahudi) serta anggota kongres berfoto dalam acara solidaritas dan untuk menunjukan Solidaritas dan Simpati atas terbakarnya Masjid dan Gereja di kota Tacoma – suatu Wilayah di Negara bagian Washington. (Foto: Dok. Imam Joban).

“Apakah yang saya pahami dari buku dan ceramah Anda tadi bahwa Anda ingin menerapkan syariat Islam dan berarti Anda mengajak untuk mundur ke belakang?

Maka Dr. Imarah menjawab dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apa yang Anda maksud mundur ke belakang? Apakah mundur 100 tahun yang lalu, yaitu pada saat Sultan Abdulhamid II mengusai setengah bumi ini?

2. Atau ketika raja-raja Eropa memimpin rakyatnya dengan penobatan dari Sultan Abdulhamid II itu?

3. Atau apakah yang kamu maksud mundur ke belakang lebih jauh lagi, yaitu ketika pemerintahan Mamalik (Mamluk) yang menyelamatkan dunia dari kebiadaban Mongolia dan tentara Tartar?

4. Atau mundur ke belakang lebih jauh lagi ketika kekhalifahan Abbasiy mengusai setengah bumi ini?

5. Atau mundur ke belakang lebih jauh lagi yaitu pada zaman kekholifahan Umawiy?

6. Atau sebelumnya pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab yang menumbangkan dua super power ketika itu, Persia dan Roma?

7. Atau maksud Anda ketika Harun Ar-Rasyid mengirim surat, dan  memulai suratnya yang dikirim ke raja Romawi Naqfur: “Dari Harun Ar-Rasyid Amirul Muminin kepada Naqur anjing Romawi?”

8. Atau kembali mundur ke jaman Abdurrahman Ad-Dakhil yang mengalahkan tentara Italia dan Perancis? Itu dari segi politik.

9. Atau maksud Anda dari segi ilmiah ketika ilmuwan-ilmuwan Arab seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Ibn Jubair, Al-Khawarzimi, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, dan sebagainya yang mengajarkan dunia Arab dan Barat ilmu Kedokteran, Farmasi, Matematika, Kesenian, ilmu Falak (Astronomi), dan sebagainya.

10. Atau maksud Anda tentang harga diri (kemuliaan), yaitu ketika orang Yahudi kafir menghinakan kehormatan seorang wanita Muslim, kemudian wanita itu berteriak: ”Wamutasomah” (memanggil khalifah Abbasiy ketika itu Al-Mutasim). Maka langsung khalifah Mutasim mengirim tentara  dan berhasil mengusir mereka dari bumi kekhalifahannya. Sedangkan  pada saat sekarang ini wanita-wanita kita diperkosa dan dianiaya. Kita melihatnya di media-media, namun tidak ada yang membela mereka.

11. Atau maksud Anda kembali ke belakang pada saat kaum Muslimin mendirikan Universitas yang pertama dikenal di bumi Spanyol, Eropa? Yang sejak itu baju Arab -Ibaah- menjadi baju kehormatan saat wisuda di semua universitas sedunia. Dan sampai sekarang topi wisuda tersebut dipakai di semua universitas dunia. Dulunya di atas topi itu diletakkan Al-Quran pada saat upacara wisuda.

12. Atau maksud Anda kembali ke belakang pada saat kota Kairo menjadi kota yang paling cantik sedunia?

13. Atau pada saat (Iraq Dinar) IQD 1 sama dengan USD 483?

14. Atau yang Anda maksud adalah ketika orang-orang yang lari dari Eropa menuju Alexandria sebagai pengungsi?

15. Atau pada saat Amerika memohon kepada Mesir untuk meyelamatkan Eropa dari kelaparan?

Jadi saya menanti jawaban Anda, apakah anda bisa menjelaskan yang dimaksud mundur ke belakang itu seberapa jauh?

Maka orang Liberal itupun terdiam tidak bisa menjawab.
 
Tujuan Syariat Islam

Secara umum, tujuan syariat Islam sebagaimana yang dikemukan oleh Asy-Syatibiy Rohimahulloh adalah untuk mewujudkan kemashlahatan manusia, baik di dunia dan di akhirat.

Lebih lanjut Asy-Syatibiy Rohimahulloh mengemukakan bahwa tujuan tersebut akan terwujud apabila lima unsur pokok kemashlahatan manusia dapat diwujudkan dan terpelihara, yaitu: agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta.

* Imam Masjid Ar-Rahmah -Redmond Washington

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed