by

Gagal Faham


Oleh : Idat Mustari*

Berita tentang 59 remaja di Garut, Jawa Barat diduga dibaiat paham Negara Islam Indonesia (NII). Serta kesaksian salah satu orang tua korban mengaku terjadi perubahan sikap anaknya sejak dibaiat oleh kelompok NII. Mulai dari membangkang, tidak mau sekolah dan menganggap pemerintah sebagai thogut. (7/2021.Metro TV News. Com).

Berita ini membuat saya prihatin, sekaligus empati pada anak-anak remaja yang sedang semangat-semangatnya belajar agama tapi ketika salah belajar agamanya, salah bergurunya, bisa menyebabkan mereka gagal paham dan salah memahami ajaran Islam. Alhamdulilah kejadian di Garut ini segera diketahui—dibubarkan oleh pemerintah dan Kepolisian jika tidak, sangat mungkin mereka siap jadi pelaku bom bunuh diri seperti yang dilakukan oleh M.Syarif pada tahun 2011 di masjid Mapolresta Cirebon, menunjukkan bahwa pelaku sebelumnya aktif dalam Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) yang eksis di tengah masyarakat Cirebon. M. Syarif kemudian direkrut oleh jaringan lama dari sebuah kelompok radikal untuk tujuan menerapkan pola dan strategi baru yang dikenal dengan istilah “istighlayat”, yakni serangan dalam skala kecil dan bersifat independen dari kelompok radikal yang lebih besar (Asrori, 2017).

Dari penjelasan Ali Imran, mantan teroris yang insyaf, jelas bahwa teroris muncul berawal mula dari proses belajar agama yang salah. Salah memahahi fiqih jihad, penerapan kata thagut, jaminan surga bagi pelaku mati syahid, serta dokrin-dokrin lainnya yang membangkitkan rasa permusuhan pada Negara, serta pengharaman pada lambang Negara,bendera merah putih.

Belajar ilmu agama dan ilmu lainnya jelas adalah perintah agama. Rasulullah saw : “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah). Tetapi belajar ilmu agama yang benar. Salah memahami ilmu agama sangat bebahaya. Tentu bukan ilmu agamanya yang berbahaya melainkan melainkan konklusi yang fatal karena gagal pahamnya pada inti ajaran agama Islam sebagai rahmatan lil’alamin.

Penyebab lainnya seseorang gagal paham akan ilmu agama adalah Gadget. Seringkali ada orang yang menyimpulkan—mengomentari berita karena mendengar berita sepotong tanpa tahu secara menyeluruh, lalu melakukan tindakan yang salah.

Belajar ilmu agama islam tak bisa hanya secara tekstual saja tapi harus menyeluruh, jika tidak maka orang akan mudah mencap orang lain yang tidak sama dengan dirinya sebagai musuh, kafir dan label label lainnya.

Apa yang terjadi di Garut boleh jadi terjadi di kota-kota lainnya di negeri ini, maka ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan seluruh masyarakat terutama para ustad, kiyai untuk mengajarkan ilmu agama yang landasannya adalan cinta bukan amarah, kebencian atau dendam. Gagal paham dalam memahami ajaran Islam jelas sangatlah berbahaya, sebab membunuh (mem-bom) dianggap sebuah kebaikan dan amal soleh.

*Pemerhati Sosial dan Agama, lawyer tinggal di Bandung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed