by

Gagal Jadi Wali kota di AS, SAMUEL Earle Shropshire Berlabuh di Islam

SAMUEL Earle Shropshire adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang memutuskan memeluk agama Islam. Mualaf berusia 71 tahun ini sudah tinggal di Arab Saudi selama 7 tahun sejak masuk Islam.


Samuel Earle Shropshire berfoto bersama Imam Masjid Ar-Rahmah Redmond Seattle AS, Muhamad A. Joban, MA. dalam acara Imams Conference baru baru ini, di Amerika Serikat. (Foto: Dok. Pribadi).

Pada awalnya ia datang untuk mengerjakan sebuah proyek terjemahan Alquran dari bahasa Arab ke Inggris. Samuel datang ke Arab Saudi hanya untuk mengecek atau mengoreksi kembali terjemahan bahasa Inggris Alquran yang sedang dikerjakan oleh seorang ahli yaitu Dr Safi Kaskas.

Ditemui di sela-sela acara Konferensi Para Imam di AS baru-baru ini, Samuel mengaku dirinya menemukan Islam setelah gagal mencalonkan Wali kota. Kepada Imam Masjid Ar-Rahmah Redmond Seattle, Muhamad Joban, MA., Samuel menuturkan, dirinya mendapat hidayah di arab Saudi.

“Samuel mendapat tugas memerikasa terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris. Untuk tugas itu maka ia harus pergi ke Arab Saudi. Dia mengaku, Agama Islam itu Agama yang damai (peace), Agama untuk kepentingan seluruh Umat Manusia dan Lil’alamin”, tutur Ulama asal kota Purwakarta Jawa Barat ini, kepada iHalal.id melalui pesan WA Rabu (22/09).


Lebih jauh, Samuel menuturkan, dirinya tidak pernah membaca Quran sebelumnya.

“Saya tidak tahu apa-apa sebelumnya tentang Islam,” ungkap Samuel, dikutip dari akun Instagram Cordova.

Sebelum datang ke Arab Saudi, Samuel mendapat dari berbagai cerita di Amerika. Salah satu menyatakan akan sangat berbahaya jika datang ke Arab Saudi.

Ketika sampai di tanah Arab, ia tidak menginap di sebuah hotel, namun di Masjid Taqwa di Kota Jeddah. Samuel mengatakan bahwa Dr Safi Kaskas-lah sponsornya selama berada di Arab Saudi.

Suatu hari ia ingin pergi keluar ke supermarket untuk membeli makanan. Samuel kemudian bertanya kepada Dr Safi, apakah sopirnya dapat mengantar?

Tetapi Dr Safi mengatakan bahwa sopirnya tidak bisa mengantar karena sedang libur. Lalu Samuel memutuskan berjalan kaki.

“Ketika saya jalan, orang-orang keluar dari rumahnya dan menyapa saya. Mereka juga bertanya saya berasal dari mana. Saya bilang saya Samuel. Saya dari Amerika Serikat. Mereka kemudian memeluk saya. Saya sangat terkejut,” ungkapnya.

Samuel sangat terkejut akan hal itu, karena tidak seperti yang disangka. Ketika berada di dalam supermarket pun orang-orang mendekati dan bertanya berasal dari mana. Ketika Samuel menjawab berasal dari Amerika Serikat, orang-orang mengatakan “Selamat datang di Arab Saudi.”

“Mereka mengundang saya ke rumahnya untuk makan malam, minum kopi, dan minum teh,” ucap Samuel.

Setiap malam dirinya membaca terjemahan bahasa Inggris yang baru dari Alquran. Samuel bertanggung jawab memastikan bahwa terjemahan bahasa Inggris itu benar. Ia tidak bertugas menerjemahkan Alquran ke bahasa Inggris, karena dirinya pun tidak mengerti bahasa Arab.

Jadi setiap malam Samuel membaca terjemahan Alquran dan menulis beberapa pertanyaan untuk besok paginya ditanyakan kepada Dr Safi mengenai terjemahan tersebut.

Hingga akhirnya dia mengerti kandungan kitab suci Alquran tersebut, mendapat hidayah dari Allah Subhanahu wa ta’ala, dan memutuskan masuk Islam.

Ia juga sempat melaksanakan ibadah haji. “Saya sangat bahagia ketika menggambarkan pengalaman haji pertama saya,” ujar Samuel.

Dia datang ke Arab Saudi pada 2011, kemudian memeluk agama Islam pada Juni 2012, dan akhirnya berhasil menyelesaikan ibadah haji di tahun 2013.

Maka saya pun berjalan untuk pergi haji. Kami bertemu di Makkah,” ungkapnya.

Samuel bercerita ketika memasuki Masjidil Haram menyaksikan Kakbah dan melakukan tawaf. Setelah itu berjalan ke Wadi Mina. Lalu dari Mina dilanjutkan ke Muzdalifah dan ke puncak Gunung Arafah untuk berdoa.

Akhirnya di sinilah Samuel 10 tahun kemudian tinggal di Arab Saudi di dalam masjid yang dulu diketuk pintunya. Ia diberi sebuah apartemen untuk tinggal di samping masjid, dekat dengan tempat tinggal imam.

“Syafiq, dia yang membukakan pintu dan memeluk saya dan mengatakan ahlan wa sahlan. Ia tinggal di lantai atas bersama keluarganya,” katanya.

Samuel melanjutkan ceritanya, 10 tahun yang lalu dirinya bahkan sempat ingin mencalonkan diri menjadi wali kota, namun ternyata Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan takdir lain.

“Kamu tidak akan menjadi wali kota, kamu akan menjadi seorang Muslim, kamu akan tinggal di sebuah masjid di Arab Saudi,” ungkapnya.

Samuel menambahkan, dirinya tidak menyangka bisa menunaikan ibadah haji. Ini layakna ibadah pembersihan diri.

“Haji adalah berkah yang luar biasa dalam hidup, seperti pembersihan diri secara spiritual. Seperti pengampunan atas semua dosa yang pernah saya lakukan seumur hidup,” ungkap Samuel.
“Hanya Allah yang bisa menulis cerita ini, dan saya sangat senang, sangat bangga menjadi seorang Muslim. Untuk bisa beribadah kepada Allah sebanyak lima kali sehari. Dan bisa memiliki teman yang menyayangi dan peduli dengan saya di sini di Arab Saudi,” pungkasnya, seperti diberitakan Oke Zone edisi 10 Agustus 2020. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.