by

Halal Food goes to School in New York City

NEW YORK (iHalal.id) — Halal food saat ini sudah menjadi kebutuhan, bukan saja di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga di Negara-negara Non Muslim, seperti AS (Amerika Serikat). Kota metropolis New York misalnya, kepedulian terhadap makanan halal juga datang dari masyarakat Kristen dan Yahudi.

“Doakan teman-teman. Lagi diperjuangkan masuknya makanan halal ke sekolah-sekolah Umum (public schools). Untuk memudahkan kita menggandeng masyarakat Yahudi untuk memasukkan Kosher good ke public schools”, kata Shamsi Ali, Direktur JMC (Jamaica Muslim Center) kota New York, kepada redaksi iHalal.id melalui pesan WA hari ini (15/22).

Shamsi yang juga Presiden Yayasan Nusantara Inka Madani AS menambahkan, upaya ini telah diperjuangkan sejak tahun 2005.

“kita mulai perjuangan libur Idul Fitri dan Idul Adha untuk public schools. It took more than 9 years untuk menjadi UU di kota New York”, kenangnya.

Lebih jauh Imam asal kota Kajang Sulawesi itu optimis dan terus melangkah. Saat ini rancangan UU sudah diajukan oleh beberapa anggota DPRD (City Council) New York. Semoga dalam waktu dekat akan dilakukan perdebatan dan voting.

“Jika di DPRD (City Council) lolos insya Allah kita yakin akan jadi UU resmi. Keyakinan itu karena kita memang sudah memastikan ke Walikota baru, Eric Adams, ketika berkunjung ke Jamaica Muslim Center Jumat lalu”, terang advisor iHalal.id ini.

Diakui, meloloskan UU “Halal Food goes to School” tersebut bukanlah kerja mudah. Kerja seperti itu memerlukan kerja keras, strategi yang jitu, komunikasi yang baik, dan relasi yang luas. Karena targetnya bukan “menangkap teri dari balik kebokan” hehe, candanya.

“Doakan semua teman-teman yang berjuang di kota New York. Dalam waktu dekat akan kita kirimkan petisi untuk mendapatkan dukungan publik”, tambahnya.

Kita tangkap peluang religious freedom dan nilai Demokrasi yang saat ini kita nikmati di US. A way to achieve our American dreams…mimpi untuk kebaikan Komunitas dan masa depan generasi kita. Bukan memburu “ikang bolu di balik selokang”, candanya. A way to go! (Imam Shamsi Ali — New York)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.