by

Keagungan Kalimat Tauhid


Oleh : Idat Mustari*

Sungguh ujian keimanan para sahabat luar biasa beratnya, bagaimana siksaan yang diberikan oleh orang orang kafir agar mereka untuk tidak berkata La Ilaha Illallah, seperti yang dialami oleh Bilal dipanggang di bawah terik matahari dengan tangan dan kaki terikat, dan atau Ammar bin Yasir beserta ayah dan ibunya, Samiyyah. Ketiganya harus merasakan siksa pedih dan berat dari keluarga Bani Makhzum yang kafir.

Tentu kita bersyukur bisa menjadi muslim yang mengikrarkan kalimat tauhid Lā ilāha illallāh yang selalu disebut setiap menunaikan ibadah sholat wajib, maupun sholat sunnah, tanpa rasa khawatir dan ketakutan.

Namun miris ketika ada orang yang menjelaskan makna hadis ”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘Lâ Ilâha illâ Allâh’ (Tiada Tuhan Selain Allah) maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud). Katanya hadis ini sebenarnya menjelaskan bahwa yang diminta adalah persatuan manusia, persamaan manusia, bukan sekedar ucapan. Terserah orang itu punya pendapat meskipun saya bukan seorang ahli agama tapi saya meyakini kebenaran siapapun yang mengucapkan Lâ Ilâha illâ Allâh’ (Tiada Tuhan Selain Allah) maka dia akan masuk surga. Oleh karena itu kita berusaha mengajarkan—menuntun pembacaan kalimat tauhid kepada ada orang yang sedang sakaratul maut.

Orang Islam itu tidak anti persatuan. Namun bagi seorang muslim ketika bergaul dengan non muslim tidak berarti harus menjadi ragu untuk berkata saya adalah muslim. Dan tidak perlu ragu atas keagungan membaca Lâ Ilâha Illâ Allâh. Nabi SAW bersabda; “Siapa yang membaca Lâ ilâha illâ Allâh dengan murni (dari riya’) dan mukhlis (memurnikan diri dari hal-hal yang dilarang), maka ia akan masuk surga.”

Abu Dzar telah menceritakan kepadanya, dia berkata, “Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang saat itu sedang tidur, dan beliau saat itu memakai baju putih. Kemudian saat aku mendatanginya (lagi), beliau masih tidur, kemudian ketika aku mendatanginya lagi beliau telah bangun. aku lantas duduk dengan menghadap ke arahnya, beliau lantas bersabda: “Tidaklah seorang hamba mengatakan, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah’, kemudian dia meninggal dengan berpegang teguh pada hal tersebut, melainkan dia pasti masuk surga.’ Aku bertanya, ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’

Beliau menjawab, ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Aku bertanya, ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Beliau menjawab: ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Tiga kali. Kemudian pada kali keempatnya beliau berkata: ‘Meskipun Abu Dzar kurang setuju.’ Perawi berkata, “Abu Dzar pun keluar, sedangkan dia berkata, ‘Meskipun Abu Dzar kurang setuju.” (HR Muslim).

Wa Allâhu A’lam bis Shawâb.

*Pengamat Sosial dan Keagamaan, Advokat tinggal di Bandung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed