by

Kematian Yang Baik

Oleh : H. Idat Mustari*

Hari senin malam (12/07) ku ikut menguburkan Alm kakak ku yg meninggal dan dinyatakan covid  di cikadut. Saat ku sampai di areal pemakaman, ku lihat tak ada penggali kubur yang membawa cangkul, melainkan alat berat yang menggali liang-liang kubur. Ku pikir liang kubur untuk persiapan jika ada yang harus dikuburkan esok , minggu, bulan berikutnya.

Ternyata tidak sebab berdatangan peti jenasah covid lainnya. Dimasukan peti-peti jenasah ke liang kubur, ditutup tanah bukan dengan cangkul melainkan dengan alat berat. Tak ada puluhan pengantar jenasah, yang ada hanya tiga-empat orang. Setelah beres pemakaman, saat ku pulang masih datang peti jenasah yang sedang digotong petugas.

Ku diam menatap langit malam, sepertinya Allah sedang mengingatkan,  Inilah kebenaran Firman-Ku :

“Dan Allah sekali-kali tidak akan pernah menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah tiba waktu kematiannya. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”( QS. Al-Munafiqun: 11).

Peristiwa cara menguburkan jenazah covid tidak lagi ku lihat di berita televisi, atau dari medsos. Tapi nyata, karena aku hadir di peristiwa itu. Apakah mereka yang mati dengan cara penguburan seperti itu mati yang tidak baik ? Tentu tidak, sebab Islam mengukur kematian yang baik itu bukan dari berapa jumlah yang mengiringinya ke kuburan. Bukan pula oleh tembakan salvo di acara pemakamannya. Bukan pula oleh penuhnya bunga dikuburannya.

Bukan pula mengukur baik kematian seseorang dari cara matinya, sebab ada orang yang mati mengenaskan dalam pandangan manusia tetapi baik di sisi Allah.

Umar Bin Khatab ra mati ditusuk orang dari belakang saat mulai mengimami salat Subuh. Usman Bin Affan ditebas lehernya di rumahnya. Kematian yang baik dalam Islam adalah mati saat sedang mempertahankan Islam.
“janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim”.(QS. Ali Imran : 102)

Ku akhiri tulisan sederhana ini dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW :

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu baik bagiku, dan wafatkanlah aku selama wafat itu baik bagiku,” (HR An-Nasâ`i)..

Semoga kita semua hidup dengan baik dan matipun dalam keadaan baik.

Idat Mustari, Kolumnis, Buadayawan, Pengacara, tinggal di Bandung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed