by

KEPALA BPSDMP WISUDA 350 PELAUT LULUSAN BP3IP JAKARTA

JAKARTA (iHalal.id) — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Umiyatun Hayati Triastuti, mewisuda 350 Pelaut lulusan Balai Besar Pendidikan, Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta, pada Rabu (15/8) di Balai Samudera, Jakarta.

Wisuda yang bertema ” Through the 17th Graduation of BP3IP, We Succeed the Needs of IMO in Anticipating Threats to the Ports and Shipping Sectors Worldwide” diikuti oleh para lulusan program Diklat Pelaut (DP) Tingkat II, III, dan IV bidang keahlian Nautika dan Teknika. Para wisudawan terdiri dari lulusan DP Tingkat II Nautika sebanyak 70 orang, lulusan DP Tingkat II Teknika sebanyak 45 orang, lulusan DP Tingkat III Nautika sebanyak 70 orang, lulusan DP Tingkat III Teknika sebanyak 46 orang, lulusan DP Tingkat IV sebanyak 81 orang, dan lulusan DP Tingkat IV sebanyak 38 orang.

Dalam laporannya, Direktur BP3IP Jakarta, Capt Mulder Mustafa, mengungkapkan bahwa para lulusan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang mencakup 4 kompetensi. “Para lulusan ini telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan sistem dan metode pembelajaran yang mencakup 4 (empat) kriteria kompetensi yaitu kompetensi akademik, kompetensi profesional, kompetensi nilai dan sikap, dan kompetensi untuk menghadapi perubahan.” Ungkap Mulder.

Mulder juga menambahkan bahwa para lulusan telah siap menghadapi tantangan tugas yang akan dihadapi dengan bekal empat komptensi yang mereka dapat setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan di BP3IP Jakarta. “Empat kriteria kompetensi tersebut sebagaimana diatur dalam konvensi internasional STCW 1978 Amandemen 2010, sehingga mereka diyakini telah siap untuk menghadapi tuntutan dan tantangan tugas kedepan sesuai dengan tingkat kompetensi yang dimiliki sekarang.” Tambah Mulder.

Dalam sambutannya, Kepala BPSDMP, Umiyatun Hayati Triastuti, mengungkapkan bahwa tema ini selaras dengan simposium yang diselenggarakan di Naval War College-Brazil pada tanggal 10 Juli 2018 dengan tema “Maritime Security in the 21st Century. Sesuai arahan Sekretaris Jenderal IMO bahwa Badan Dunia yang bertanggung jawab di bidang maritim, memiliki tugas utama yang tidak hanya terbatas pada isu keselamatan, namun juga mencakup isu lain yang terkait dengan lingkungan, legalitas, kerjasama teknis dan keamanan di bidang maritim serta isu lainnya yang mempengaruhi tingkat efisiensi pelayaran Internasional,” ungkap Hayati.

Kepala BPSDMP, menegaskan bahwa potensi ancaman yang dapat timbul di dunia maritim, salah satu kunci utama pencegahan hal tersebut yaitu ada pada kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Transportasi Laut terutama pelaut yang harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Untuk itu,  Pelaut harus mampu membuktikannya dan menjadi kebanggaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tutupnya. (Sat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed