by

Korea Gandeng Indonesia Kembangkan Industri Halal

JAKARTA (iHalal.id) — Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia terdepan dalam pengembangan produk Halal. Apalagi, kini, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

Hal itu terungkap disela acara penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) antara Kepala BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) Prof. DR. Sukoso Msc. Phd dengan Direktur PT Pasifik Global Korea, Mr Daniel Koo Chairman, Senin (13/1), di Auditorium INKOPPOL Jakarta (13/01).

Dalam acara tersebut di paparkan seputar pemberlakuan Undang Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pelaksanaan Undang Undangnya. Sedangkan jenis produk yang akan dikembangkan perusahaan asal Korea tadi antara lain produk olahan makanan, kosmetik, jasa keuangan.

Sebelumnya, YPHI (Yayasan Produk Halal Indonesia) pimpinan Dr. Muhammad Yanis Musdja, M.Sc telah melakukan kerja sama dengan KoRSIA (Korea R&D Service Industry Association atau Asosiasi Layanan Pengembangan & Riset Industri Korea) pimpinan Dr. Jae Ho Hyun. Menurut Yanis, Indonesia sudah saatnya menjadi pusat Halal Dunia.

“dengan jumlah muslim terbesar dunia, kita sudah selayaknya menjadi pusat kajian Halal Dunia, apalagi Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Jaminan Produk Halal”, ungkap dosen Pasca Sarjana UIN itu, di Jakarta (21/12).

Sementara itu, Dr. Jae Ho Hyun dari KoRSIA menambahkan, sebagai negara dengan penganut muslim yang menoritas, pihaknya merasa terpanggil untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan produk-produk halalnya. Apalagi gaya hidup halal di berbagai sektor kehidupan; food, travel, fashion, clothing, sudah menjadi kebutuhan umat Islam di seluruh dunia. Oleh karena itu, pihaknya akan membantu Indonesia dibidang teknologi halal, termasuk transfer know-how (alih teknologi).

Saat ini, kebutuhan akan Halal sudah menjadi tren global. Beberapa Negara non muslim bahkan sudah terlibat dalam bisnis halal. Seperti Australia dikenal sebagai Negara utama pemasok daging halal untuk Negara-negara Timur-Tengah. Brazil dikenal dengan ekspor daging unggas untuk kebutuhan pasar Timur-Tengah dengan 5 juta ekor unggas perbulan. Bahkan Negara-negara non muslim, seperti Korea dan Jepang, kini rajin mengeluarkan buku panduan makanan & restoran yang halal bagi para turis yang ingin berkunjung ke negaranya. (Deden Heru)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.