by

MoU Indonesia-AS di di Bidang Energi, Shamsi Ali; “Empowerment para Petani/Nelayan Indonesia”

NEW YORK (iHalal.id) — Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, para petani dan nelayan hendaknya berdaya. Apalagi ditengah persaingan global yang serba digital, sudah selayaknya pemerintah maupun swasta ikut membantu meningkatkan kemampuan para petani dan nelayan.

CEO PT Allied Harvest NA, LLC (AHNA) Shamsi Ali berpidato disela acara Penandatanganan MoU Investasi di bidang energi sebesar 300 juta US$ antara Charge CCCV (C4V), LLC dan PT Allied Harvest NA, LLC (AHNA) di KJRI New York, Kamis (9/06).

Oleh karena itu, bertempat di KJRI New York, Charge CCCV (C4V), LLC dan PT Allied Harvest NA, LLC (AHNA) telah menandatangani MoU investasi sebesar 300 juta dolar AS. Seperti diketahui, C4V adalah perusahaan teknologi solid state lithium battery di Binghamton, negara bagian New York sedangkan Allied Harvest NA, LLC (AHNA) perusahaan Amerika yang berpartner dengan Allied Harvest United (Indonesia) yang bergerak di bidang energi fosil dan energi terbarukan.

Penandatangan dilakukan oleh pihak Charge CCCV (C4V), LLC, Darryl Wood selaku CFO C4V dan dari PT Allied Harvest NA, LLC (AHNA), Shamsi Ali selaku CEO perusahaan tersebut. Penanda tanganan tersebut difasilitasi oleh KJRI New York. Turut hadir menyaksikan penanda tanganan Kepala Perwakilan BKPM di New York, Iqbal.

Konjen RI New York, Dr. Arifi Saiman, MA dalam sambutannya menyatakan bahwa MoU ini bukan saja merupakan simbol dari persahabatan Indonesia dan Amerika Serikat, tetapi juga simbol dari kerjasama kemitraan strategis kedua negara.

Dalam sambutan singkatnya, Darryl Wood, yang juga salah seorang Komisaris dan Direktur Keuangan C4V mengatakan: “Indonesia adalah negara besar dengan potensi yang luar biasa. C4V tentu bahagia dapat menjalin kerjasama ini”.

Sementara itu, Shamsi Ali, CEO & Presiden dari Allied Harvest NA, LLC mengatakan:

“rencana mulia melalui kerjasama ini menjadi bagian dari dedikasinya sebagai warga Indonesia untuk kedua negara, Indonesia dan Amerika. Apalagi proyek ini mengusung pemberdayaan (empowerment) para petani/nelayan di Indonesia” kata Shamsi yang juga Presiden Nusantara Foundation dan Direktur JMC (Jamaica Muslim Center) New York kepada iHalal.id melalui pesan WA hari ini (10/06).

Pembahasan kerja sama ini merupakan hasil dari pertemuan forum bisnis “The Indonesian B20 Roadshow: Indonesian-US Business Forum”, kerja sama antara KJRI New York, TPPE Kemlu dan Kadin bermitra dengan IIPC dan American-Indonesian Chamber of Commerce (AICC) di New York pada tanggal 21 April 2021.

MoU dan proyek kerja sama antar bisnis tersebut akan menjadi salah satu deliverable G20 tahun 2022 di isu prioritas Transisi Energi Yang Berkelanjutan. (red/gaf).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.