Nasehat Hidup

oleh: Idat Mustari *

Bahwa tidak semua orang diberi kemampuan oleh Allah dalam hal menyadari kesalahan yang telah dilakukannya. Ada orang yang cepat sadar dengan kesalahannya, ada orang yang lama menyadari kesalahannya dan ada orang yang tidak pernah menyadari kesalahannya.

Orang yang menyadari kesalahannya adalah orang yang diberi kebar gembira oleh Allah, sedangkan orang yang tidak pernah bisa menyadari kesalahannya adalah orang yang merugi.

Orang yang menyadari kesalahannya mungkin saja berbuat salah lagi tetapi ia cepat sadar dan berusaha memperbaiki kesalahannya serta menghindari dari hal yang membuat dirinya terjerumus dalam kesalahan.

Sedangkan orang yang tidak menyadari kesalahannya akan mengulangi kesalahannya tanpa ada usaha memperbaikinya.
Menyadari kesalahan itu lebih baik dari sekedar merasa bersalah. “ Jangan mengulangi kesalahan yang sama sebab masih banyak kesalahan yang harus diperbaiki ,” Begitu kata Sang Bijak.

Orang yang paling dan harus menghormati diri kita adalah diri kita sendiri, salah satunya adalah dengan segera menyadari kesalahan dan melakukan perbaikan. Ia harus segera hijrah dari kesalahan menuju perbaikan, inilah bentuk tertinggi penghormatan atas diri sendiri.

Siapapun tak akan bisa menyadari kesalahannya ketika nafsu melewati batas akal dan hati nuraninya. Hanya yang berpikir jernih dan berhati bening yang bisa menemukan kekeliruan apa yang telah dilakukannya.

Banyak kisah tentang orang-orang yang telah berbuat kesalahan namun mati dalam keadaan husnul khotimah. Bahkan seorang seorang pembunuh bayaran, yang bernama Wahsyi bin Har yang telah membunuh Hamzah bin Abdul Mutalib paman Rasulullah saw dengan cara keji. Namun kemudian hari Wahsyi adalah seorang yang membela kemuliaan Rasulullah saw dan termasuk salah seorang yang meyebarkan ajaran Islam. Yah karena dia cepat menyadari kesalahannya dan menebusnya dengan kebaikan semasa hidupnya.

Sekelam apapun masa lalu seseorang, satu kalimat yang disampaikan oleh Allah kepadanya,” Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah.”

* Pengamat masalah Sosial & Keagamaan, tinggal di Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *