by

Nisfu Sya’ban; Laporan “Real Count” Amalan

PURWAKARTA (iHalal.id) — Semarak perayaan malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban—red.) menggeliat di tengah ummat Islam Indonesia pasca pelaksanaan Pemilu 2019. Ummat Islam menyambut malam Nisfu ini sebagai bagian dari ritual menyambut jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H.

Ustadz Muhamad Al-Amri, Lc. (berdiri) dan Ustadz Salim Assegaf (duduk-kanan), mengisi acara Malam Nisfu Sya’ban di Mesjid Ar-Raudloh, Pasar Rebo Purwakarta Jawa Barat, Sabtu (20/04). (foto: dok.iHalal.id).

Seperti Ummat Islam di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, tradisi menyambut malam Nisfu Sya’ban ini sudah  mereka laksanakan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan tradisi ini dibawa dari negeri Hadramaut (Yaman Selatan) oleh para Alim Ulama sejak zaman penjajahan. Malam Minggu ini (20/04), bertepatan dengan tanggal 15 Sya’ban 1440H., lebih dari 600 jemaah Mesjid Ar-Raudloh Pasar Rebo membacakan surat Yasin sebanyak 3x, yang diselingi dengan doa Nisfu Sya’ban pada setiap kali selesai membacakan Yasin.

Menurut Imam Mesjid Ar-Raudloh, Ustadz Salim Assegaf, setiap amalan ummat Nabi Muhamad SAW, akan dilaporkan oleh para Malaikat pada Malam Nisfu Sya’ban ini. Oleh karena itu, Ustadz yang juga pengajar di Sekolah Agama MAI (Madrasah Adabiyah Islamiyah) Purwakarta itu, mengajak Ummat Islam untuk meningkatkan ibadah pada malam Nisfu Sya’ban ini.

“Siapa-siapa yang menghidupkan dua Malam Lebaran (malam Iedul Fitri & malam Iedul Adha—red.) dan malam Nisfu Sya’ban, maka yang bersangkutan tidak akan dimatikan hatinya…..”, ujar Ustadz Salim, mengutip hadits riwayat Imam Bukhori.

Sementara itu, Penceramah lainnya, Ustadz Muhamad Al-Amri, Lc. mengajak Ummat Islam untuk berdoa bagi keselamatan tanah air Indonesia dari gangguan yang mungkin ditimbulkan pasca Pemilu 2019. Ustadz Amri berharap agar pemimpin Indonesia berikutnya bisa mensejahterakan Ummat dan berlaku adil.

“Sudah saatnya Indonesia kembali menjadi negeri Baldatun Toyyibatun wa Robbun Gofur; Negeri yang Aman, Damai nan di ridloi Alloh SWT., Amiin….”, tegas Ustadz lulusan Madinah itu.

Mesjid Ar-Raudloh yang terletak di Pasar Rebo Purwakarta ini didirikan tahun 1920. Tak heran, mesjid ini menjadi icon wisata religi Kota Purwakarta. Tak jarang wisatawan dari dalam dan luar negeri menyempatkan untuk berkunjung ke salah satu mesjid tertua di Purwakarta dalam setiap kunjungannya itu. (Gaf)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed