by

Orang lain Lebih Baik


Oleh : Idat Mustari*

SUATU hari, Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as, “Hai Musa, bila nanti kau akan bertemu dengan-Ku lagi, bawalah seseorang yang menurutmu kamu lebih baik daripada dia.” Nabi Musa as lalu pergi ke mana-mana; ke jalanan, pasar, dan tempat-tempat ibadat. Ia selalu menemukan dalam diri setiap orang itu suatu kelebihan dari dirinya.

Mungkin dalam beberapa hal yang lain, orang itu lebih jelek dari Nabi Musa, tetapi Nabi Musa selalu menemukan ada hal pada diri orang itu yang lebih baik dari dirinya. Nabi Musa tidak mendapatkan seorang pun yang terhadapnya Nabi Musa dapat berkata, “Aku lebih baik dari dia.”


Akhirnya Nabi Musa bermunajat lagi di hadapan Allah SWT. Allah SWT pun bertanya, “Ya Musa, mana orang yang Aku perintahkan kepadamu untuk kaubawa?”

Nabi Musa menjawab, “Tuhanku, aku tidak menemukan seseorang pun yang aku lebih baik darinya.”

Allah SWT kemudian Berfirman, “Demi keagungan-Ku dan kebesaran-Ku, sekiranya kamu datang kepadaku dengan membawa seseorang yang kamu pikir kamu lebih baik darinya, Aku akan hapuskan namamu dari daftar kenabian.”

Merasa diri lebih baik, membuat iblis terusir dari surga.  Ia merasa dirinya lebih baik dari Adam as. Peristiwa ini  Allah SWT abadikan dalam Firman-Nya :“(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf : 12).

Andaikan saja kita mau merenung—mengamati dalam  setiap diri orang lain, maka  pasti akan menemukan  kelebihan pada orang lain itu, yang tidak ada dalam diri kita. Yang membuat sulit bagi kita bisa berkata “Aku lebih baik dari dia.” Sebaliknya  yang bisa kita katakan dengan jujur adalah “Aku tidak lebih baik dari dia.” Dan siapapun yang berkata,”Aku lebih baik dari dia.” Maka waspadalah sebab itu berarti sifat Iblis sedang berada dalam jiwa kita.

Kepada Allah SWT kita memohon ampunan dari merasa diri lebih baik dari orang lain dan pada-Nya memohon Petunjuk-Nya.

*Pengamat Sosial dan Keagamaan, Lawyer, tinggal di Bandung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed