by

Pabrik Rendang Segera Dibangun di Bulgaria, Produknya Dipasarkan di Eropa hingga Timteng

BULGARIA (iHalal.id) — Rendang, kuliner khas Minangkabau makin terkenal di seluruh dunia. Bahkan, pabrik masakan dari daging yang pernah menempati posisi pertama sebagai makanan terenak di dunia ini segera dibangun di Bulgaria.

Dubes RI untuk Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara, Iwan Bogananta mengatakan, dirinya dan tim KBRI Sofia telah mengunjungi Kota Botevgrad, yang rencananya menjadi lokasi pendirian pabrik rendang di Bulgaria. Kota itu berada di bagian barat Bulgaria.

“Pada 3 Februari 2022 baru-baru ini, saya dan tim KBRI Sofia ke Botevgrad, sebuah kota di bagian barat Bulgaria. Di kota berjarak sekitar lebih dari 60 kilometer dari ibu kota Sofia inilah bakal dibangun areal pabrik rendang untuk mendekati akses pasar Eropa dan sekitarnya,” kata Iwan Bogananta, dikutip iNews.id dari akun Instagram resminya, Kamis (10/2/2022).

Iwan Bogananta mengatakan, kedatangan tim KBRI untuk menindaklanjuti hasil penandatanganan kerja sama antara Bella Ltd dan Wiliam Wongso pada November 2021 lalu.

“Kami melihat secara langsung fasilitas pabrik yang telah disiapkan oleh Bella Ltd sekaligus membicarakan teknis produksi rendang,” ujarnya.

Area seluas 20.000 meter persegi tersebut merupakan pabrik yang baru dibangun khusus untuk memproduksi berbagai macam produk daging. Seluas 5.000 meter persegi di antaranya dipersiapkan untuk flow produksi rendang Indonesia, mulai dari pengolahan sampai packaging.

“Nantinya akan dilengkapi sertifikasi halal. Nantinya Bulgaria menjadi hub perdagangan untuk pasar Eropa secara keseluruhan dan juga kami rencanakan hingga Timur Tengah,” katanya.

Iwan mengatakan, konsep yang diinisiasinya bersama tim merupakan pola investasi dua arah dengan menggandeng investor Bulgaria. Ini merupakan role model baru untuk pengembangan pasar ekspor produk Indonesia untuk lebih mendekati pasar.

Dia mengakui, pandemi yang telah berlangsung dalam kurun waktu dua tahun terakhir banyak mengubah iklim bisnis, khususnya ekspor yang merosot. Ini antara lain disebabkan biaya pengiriman yang melonjak sehingga mempengaruhi biaya produksi.

“Tentu saja ini memberi dampak besar, khususnya kepada para pelaku bisnis UKM. Ayo kita bersama memajukan ekspor nasional, khusus kepada para pelaku UKM,” katanya. (redaksi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.