by

Pasti Jatuh

Oleh : Idat Mustari*

Bukan orang takabur jika ada orang pergi ke pesta undangan mengenakan pakaian bagus, bermerk dan datang menggunakan mobil yang haganya ratusan juta rupiah. Bukan pula yang memakai pakaian bagus di sebuah pertemuan. Rasullulah saw. bersabda,   “Tidaklah   masuk  surga  orang-orang  yang di dalam hatinya  terdapat  sombong  walaupun  sebesar atom”. Ada seorang laki-laki berkata:  “Sesungguhnya seseorang itu memakai pakaian bagus dan sandal/sepatu yang bagus pula.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah, suka keindahan. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia” (HR. Muslim).

Orang yang sombong berarti  telah merobek dan merebut selendang milik Allah SWT. Rasulullah saw. bersabda, “Bahwa Allah berfirman, “Sombong adalah merupakan selendang-Ku. Keagungan adalah merupakan sarung-Ku, barang siapa yang merobeknya atau merebutnya, maka Aku campakkan ia dalam api neraka dan tidak akan Aku perhatikan”  (Hadis Qudsi). 

Daniel Goleman, dalam bukunya Emotional Intelligence, menceritakan kisah dua orang yang lulus bersamaan dari perguruan tinggi. Satu orang di antaranya luar biasa pintar dan lulus dengan nilai tertinggi sementara seorang yang lain lulus dengan nilai pas-pasan. Dua tahun kemudian, diselidiki nasib kedua orang itu. Orang yang pintar itu ternyata menganggur sementara orang yang tidak pintar telah menjadi manajer di sebuah perusahaan.

Selidik punya selidik, ternyata orang pintar itu tidak tahan bekerja di satu tempat, karena dia tidak bisa bekerja sama dengan orang lain. Ia merasa dirinya lebih pintar sehingga tidak memerlukan bantuan orang lain.

Orang menolak kebenaran dari orang lain, karena merasa dirinya lebih baik, lebih hebat, lebih kaya. Lebih berkuasa. Fir’aun menolak kebenaran yang disampaikan oleh Musa AS, merasa lebih berkuasa, lebih hebat bahkan menganggap dirinya Tuhan, dengan pongahnya Fir’aun berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”

Karena ini pula maka kemudian Allah tenggelamkan dalam lautan. Atau pun Haman, karena merasa dirinya lebih berilmu, lebih pintar, maka ia pun menolak kebenaran. Ia pun sama Allah tenggelamkan bersama Fir’aun. Begitupun Qarun yang merasa lebih kaya dan kekayaan yang dimilikinya adalah karena kepandaian dirinya dalam berbisnis. Ia pun Allah tenggelamkan dalam bumi. Dengan kata lain siapapun yang sombong pasti akan jatuh. kalaupun belum jatuh  hanya  soal waktu saja. Allahu’Alam.

*Pengamat Sosial dan Keagamaan, Advokat, tinggal di Bandung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.