by

Peluang Bisnis Makanan Di Tengah Prahara Covid19

oleh: Dr. H. Firman Bachtiar, MM.*

Mengapa ada tetap ada peluang yang besar di usaha yang berkaitan dengan makanan walau situasi saat ini tengah tidak menentu di terpa badai covid19 yang mana di kwatirkan akan merembet ke banyak sector, beberapa hal ini bisa menjadi factor penentu.

Pertama, pertumbuhan permintaan bahan pangan seperti daging sapi untuk negara berkembang telah meningkat tajam dari tahun 2010 ke tahun 2020 sebanyak 3x lipat, perubahan perilaku masyarakat telah berubah dahulu orang makan daging ayam atau sapi hanya pada even atau acara perayaan tertentu namun saat ini pola tersebut sudah berubah. Dari sisi trend pertumbuhan kalori per orang di Asia meningkat tajam bahkan di prediksi peningkatan 100% jika di bandingkan dengan 20 tahun yang lalu dan di prediksi masih terus naik.

Kedua, prilaku masyarakat saat ini menjaga Kesehatan dengan menu makanan komplit dan sehat penuh gizi. Pandemi covid19 memiliki 2 mata sisi yang di lihat dari segi peluang maka akan terlihat bahwa kebutuhan makanan dan minuman yang sehat dan berkualitas sangat digandrungi. Permintaan produk seperti telur, daging, ikan, susu, madu dan makanan minuman lainnya meningkat tajam, namun dengan catatan adanya perubahan pola belanja yang sebelum nya adalah pembelian ke pasar tradisional dan pasar modern dengan adanya pandemi covid19 ini tentunya di ikuti dengan perubahan pola pembelian serta perubahan perubahan pada sector distribusi.

Ketiga, dari pertumbuhan jumlah penduduk di negara-negara Asia sangat pesat, di Indonesia sendiri pertumbuhan penduduk meningkat dari 170 juta jiwa pada 1990 menjadi 270 juta pada 2020, tidak hanya di negara kita di negara Asia lainnya seperti China, India, Vietnam, Philipine dan 49 negara berkembang diprediksi mengalami kenaikan 2x lipat pada 2050. Selain pertambahan penduduk usia rata-rata penduduk dunia juga akan bertambah dengan tajam, sebagai perbandingan pada tahun 1950 usia harapan hidup adalah 60 tahun namun pada tahun 2020 usia harapan hidup manusia telah menjadi adalah 80 tahun.

Ke empat, adalah pertumbuhan supply ternyata hanya mengalami sedikit kenaikan, di beberapa daerah yang padat jumlah penduduknya terjadi pengambil alihan lahan yang semula untuk penyediaan pangan seperti lahan pertanian dan perkebunan telah menjadi lahan untuk pemukiman, perdagangan dan industri hal ini tidak hanya terjadi di negara kita tercinta ini namun juga terjadi hampir seluruh negara Asia. Hal yang lain adalah tanah yang sebelumnya dapat di pergunakan untuk produksi pangan saat ini sudah rusak karena banyak factor seperti pertambangan dan industrialiasi dimana kondisi lahan sulit untuk di pulihkan kembali seperti contoh extrem beberapa lahan berubah menjadi lahan padang pasir dan daerah lingkungan menjadi rusak seperti kerusakan ekosistem pantai dan sungai sehingga ikan tidak dapat hidup lagi di lingkungan yang menjadi tempat pembuangan sampah industri.

Ke lima, adalah pola urbanisasi yang terjadi di Indonesia dan juga di negara negara lain, gemerlap kehidupan perkotaan telah membuat banyak generasi muda menjadi kurang berminat pada sekor hulu dari makanan yaitu pertanian, perkebunan dan peternakan. Beberapa pihak asing sudah sangat sadar akan gap ini dalam beberapa artikel bahwa perusahaan dari Cina dan Malaysia sudah berencana investasi sebesar 20 Triliyun untuk membeli lahan pertanian dan pabrikasi pangan di Indonesia, yang hasil nya di rencanakan untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.

Dari beberapa faktor ini bisa kita lihat terjadinya gap antara kebutuhan pangan dan penyediaannya dalam artian pangan akan tetap tersedia namun karena permintaan tumbuh lebih cepat daripada penyediaan maka harga cenderung akan naik. Peluang usaha di bidang penyediaan pangan di masa yang akan datang akan prospektif dari semua lini mulai dari hulu hingga ke hilir , namun jangan lupa perdalam juga pengetahuan akan usaha yang berkaitan, ini sangat di perlukan seperti pemakaian teknologi yang tepat guna sehingga usaha kita dapat senantiasa efisien dan bersaing. Semua yang terkait makanan adalah bisnis besar, Ya benar, segala yang terkait dengan makanan akan menjadi bisnis besar. Yang di maksud dengan segala yang terkait dengan makanan adalah mulai dari hulu seperti pertanian, peternakan, perikanan sampai dengan restoran dan retail makanan.

  • Dosen Politeknik Sawunggalih Aji & Direktur Lab Global Halal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed