by

Pemprov Sulsel Bantu Sertifikat Halal bagi 1.075 Pelaku UMKM

MAKASAR (iHalal.id) — Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menyiapkan 1.075 kuota untuk sertifikasi hak merek dan sertifikasi halal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Program pendampingan UMKM ini sudah dianggarkan di APBD.

“Jadi ada pemberdayaan. Misalnya untuk sertifikasi hak merek dan sertifikasi pangan industri rumah tangga (PIRT) kita siapkan sekitar 1.000 kuota gratis. Kemudian untuk sertifikasi halal disiapkan 75 kuota,” ungkap Kadis Koperasi dan UKM Sulsel Abdul Malik Faisal kepada detikSulsel, Senin (10/4/2022).

Malik menambahkan pemberdayaan ini salah satu strategi pendampingan UMKM yang dilakukan Pemprov. Selain itu ada kemudahan untuk UMKM, Pemprov membantu tempat berusaha juga bertemu langsung pembeli.

“Untuk perlindungan UMKM, ini juga penting agar bisnisnya tidak kalah dari usaha menengah dan besar. Misalnya saat ini di terminal, pelabuhan dan bandara sudah wajib ada stand untuk UMKM di area komersialnya,” tuturnya.

Menurutnya, ada sekitar 99% usaha dari 1,2 juta UMKM yang terdampak pandemi COVD-19. Ada yang gulung tikar atau bangkrut, kemudian ada yang tutup sementara dan ada yang masih bertahan menjual meskipun keuntungan terjun bebas.

“Namun hikmahnya, justru jumlah UMKM meningkat menjadi 1,5 juta gegara pandemi. Ini karena banyak pekerja yang di-PHK akhirnya membuka usaha,” jelasnya.

Malik menuturkan, Ramadan saat ini sebenarnya menjadi peluang bagi UMKM terutama usaha berskala mikro. Ada momen daya beli masyarakat meningkat terutama konsumsi dengan mencari jajanan untuk berbuka maupun sahur.

“Sehingga ini usaha bagi usaha mikro agar lebih agresif terutama usaha makan dan minum. Apalagi banyak instansi yang membuka Bazar Ramadan, Ramadan Fest dan sebagainya sehingga ada panggung untuk UMKM,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) makin meningkat hingga 1,5 juta unit usaha. Sejumlah unit usaha di antaranya bahkan mulai berorientasi mendukung kinerja ekspor menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.

“Tiap tahun memang ada peningkatan UMKM. Sejak 2019 hingga per akhir Desember 2021, di Sulsel sendiri jumlahnya 1.565.000 lebih untuk pelaku UMKM,” beber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel Abdul Malik Faisal kepada detikSulsel, Rabu (9/3/2022).

Diketahui pada 2019 tercatat lebih dari 940 ribu unit usaha, kemudian menjadi sekitar 1,2 juta pada 2020. Jumlah ini kemudian meningkat lagi hingga tembus 1,5 juta unit.

“Tapi kan UMKM ada segmennya. Ada segmennya untuk bertahan hidup kemudian ada juga UMKM yang berkembang bagaimana produknya bisa orientasi ekspor,” ucap dia.

Dari 1,5 juta unit usaha yang terdaftar, Malik mengaku sejumlah di antaranya dibina agar produknya bisa bersaing ke luar negeri. Produk UMKM yang diarahkan agar bisa bersaing di pasar luar negeri.

“Ada UMKM binaan sudah ekspor briket. Itu rutin, kita sudah ekspor briket hampir di semua negara di Timur Tengah, Irak, Iran, Yordania, Saudi Arabia, sampai masuk ke Eropa, (seperti) Rusia juga masuk,” ungkap Malik. (sumber: detik/gaf)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed