by

Perempuan Indonesia Menginspirasi Perusahaan Jepang Produksi Kaldu Udon Halal

JAKARTA (iHalal.id) — Udon merupakan salah satu makanan Jepang  yang populer di dunia. Namun, tidak semua orang bisa memakannya, khususnya kaum muslim, mengingat bumbu yang digunakan mengandung alkohol.

Dari mirin hingga kecap, alkohol jadi bagian integral dari beragam kaldu, saus, dan bumbu lain yang digunakan untuk beragam makanan Jepang. Komponen alkohol ini membuat penjual berisiko kehilangan dua miliar konsumen muslim di seluruh dunia.

Dengan potensi sedemikian besar, Kamada Soy Sauce Inc, perusahaan yang berbasis di Prefektur Kagawa, berinovasi menciptakan versi kaldu Udon Halal tanpa mengandung alkohol. Mereka kini bersiap mendaftarkan produk untuk mendapat sertifikat halal.

Dikutip dari Kyodo, Senin, 25 Juli 2022, idenya muncul dari Arum Tiyas Suminar. Perempuan Indonesia berusia 28 tahun itu menjalani studi pascasarjana di Universitas Kagawa dan kini bekerja di pabrik kecap di Sakaide.

Saat kuliah, Arum mencoba mencicipi semangkuk udon Sanuki di restoran lokal. Ketika akan memakannya, ia menanyakan terlebih dulu apakah kaldu udon itu mengandung kecap atau mirin, yakni arak beras manis. Ketika pelayan mengiyakan, Arum terpaksa mengabaikan mangkuk udon di hadapannya tanpa dimakan.

Setelah menyelesaikan studinya pada 2019 dan bekerja di Kamada Soy Sauce, Arum mulai bergerilya meyakinkan rekan-rekannya tentang pentingnya produk Halal bagi pengunjung muslim. Ia pun mengambil tantangan untuk mengembangkan kaldu kecal bebas alkohol, salah satu bahan utama udon.

Bos Arum di departemen manufaktur, Toshinobu Naito memuji bawahannya. “Dia memiliki dorongan kuat untuk mengejar apa yang dia inginkan. Adalah hal terbaik ketika seseorang seperti itu saat bekerja,” katanya.

Perusahaan yang didirikan pada 1789 itu menggunakan produk pembersih khusus untuk membilas peralatan manufaktur dengan air sebanyak enam kali. Hal itu untuk memastikan jalur produksi benar-benar bebas dari bahan-bahan non-halal. Setelah serangkaian uji coba, perusahaan berhasil memproduksi kecap udon dashi yang ramah muslim.

Produk tidak mengandung alkohol dan bahan turunan hewan, menggunakan resep yang dibuat seimbang secara hati-hati sebagai pengganti mirin. Produk jadi mulai dijual pada 2020.

Mengenai rencana pada 2023 untuk mendapatkan sertifikasi halal, Arum mengatakan, “Standar kehalalan setiap orang berbeda-beda, tapi jika kita memiliki segel persetujuan itu, semua muslim dapat memakannya tanpa khawatir.” (red/liputan6.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.