by

Pesan Moral Dari New York (Bagian-7)

oleh: Imam Shamsi Ali*

Thank you Ms Prime Minister. Your unwaveringly commitment to support your citizens of all background shows what does real leader mean. A time has come for all leaders of the world with moral values to put pressure on all evil tendencies in our society, that includes ISIS and all its cousins, and certainly the “White Supremacy” terorists that have killed more in recent months than any terrorist groups.

It is truly questionable when any person, lay or leader, still in denial of the dangerous threat of The White Supremacy. Terrorism is terrorism, no matter who the perpetrator is/are. It goes beyond racial and religious bounds. In fact it doesn’t have race and religion….period!

Means;

Terima kasih Ibu Perdana Menteri (baca: PM New Zealand Ms. Jacinda Ardern—red). Komitmen Anda yang tak tergoyahkan untuk mendukung warga Anda dari semua latar belakang menunjukkan apa arti pemimpin sejati. Telah tiba saatnya bagi semua pemimpin dunia dengan nilai-nilai moral untuk memberikan tekanan pada semua kecenderungan jahat di masyarakat kita, seperti ISIS dan semua sejenisnya, dan tentu saja teroris “Supremasi Putih” yang telah membunuh lebih banyak dalam beberapa bulan terakhir daripada grup teroris mana pun. 

Benar-benar dipertanyakan ketika siapa pun, awam atau pemimpin, masih menyangkal ancaman berbahaya Supremasi Kulit Putih. Terorisme adalah terorisme, tidak peduli siapa pelakunya. Ini melampaui batas ras dan agama. Bahkan tidak memiliki ras dan agama …. titik!

Imam Shamsi Ali berbicara di depan para pemimpin Agama di New York (Foto: Dok.iHalal.id/ Imam Shamsi Ali)

Selain itu, saya juga memohon  agar teman-teman, hentikan membagikan (share) video-video penembakan di New Zeland. Pertama, tidak ada gunanya. Kedua, itu yang diinginkan pelakunya untuk menakut-nakuti (terror). Ketiga, boleh jadi orang Islam yang lebih semakin takut. Keempat, boleh jadi juga ada di kalangan umat ini semakin marah dan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Kelima, boleh jadi video itu mendatangkan uang bagi kalangan tertentu, YouTube misalnya. Dengannya darah saudara-saudara kita terjual tanpa sengaja.

Berhentilah share video biadab itu!

* President Nusantara Foundation, NY USA

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed