by

Tak Dosa Jika Lupa

Oleh : Idat Mustari*

Seperti dalam hukum pidana, terdapat keadaan-keadaan yang membuat hakim tidak dapat mengadili seorang pelaku pidana, hingga hakim pun tidak dapat menjatuhkan hukuman terhadap pelaku tersebut atau yang disebut juga sebagai dasar-dasar yang meniadakan hukuman. Dalam “dasar-dasar yang meniadakan hukuman” terdapat dua jenis alasan yang masuk ke dalam kategori tersebut, yaitu alasan pembenar dan alasan pemaaf.

Begitupun Allah adalah Hakim Yang Maha Adil, Yang Maha Rahman dan Rahim memaafkan pada orang yang berbuat kesalahan karena melanggar larangan-Nya dan atau tak melaksanakan Perintah-Nya dikarenakan lupa, alias tak berdosa. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja, lupa atau dipaksa.” (HR. Ibnu Majah).

Orang yang melakukan larangan Allah karena lupa ia tak berdosa, seperti orang yang sedang puasa tiba-tiba di siang hari minum, ia lupa bahwa dirinya sedang puasa maka ia tak berdosa.  Tapi bagi mereka yang lupa melaksanakan perintah-Nya dianggap berdosa jika tidak melakukannya di waktu lain, misalnya ada orang yang ketiduran hingga lupa shalat, ia tidak berdosa jika ia kemudian shalat tapi dianggap berdosa jika setelah sadar tidak melakukannya.

Manusia memang adalah mahluk Allah yang diberi sifat lupa.  Lupa adalah Anugerah yang diberikan oleh Allah, sebab dengan itu manusia bisa melupakan kesedihan yang mendalam  ketika mendapat musibah kematian orang yang dicintainya seperti orang tua, anak, atau istri, lupa akan kemarahan yang menyebabkan perpisahan dan kekecewaan lainnya. Dengan lupa manusia bisa move on.

Manusia itu pelupa hingga manusia dalam bahasa Arab disebut Insan, yang berasal dari kata nasiya yang artinya lupa dan memang manusia sering lupa atau tempat lupa. Hingga kemudian jika ada orang yang lupa atas janjinya itu adalah wajar sebab memang manusia itu pelupa kecuali lupa disengaja alias pura-pura lupa.

Banyak kisah yang membuat kita tersenyum gara-gara sifat pelupa yang ada dalam diri manusia, seperti yang dialami oleh seorang pasen yang berobat tiga jam yang lalu ke dokter ahli penyakit dalam, datang kembali ke ruang periksa dan bertanya,”Dokter, waktu saya tadi diperiksa, apa BH saya ketinggalan di sini ?” 

“Tidak. Tadi kan saya Cuma ngasih resep dan tidak menyuruh buka baju.” Jawab Dokter. Pasen pun berkata,”Oooh saya lupa kalau begitu ketinggalan di dokter gigi.”..

*Pemerhati Sosial Agama dan Advokat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.