by

Ulama Inggris Keluarkan Fatwa Vaksin Covid-19 Produksi Pfizer Jerman Halal

JAKARTA (iHalal.id) — Para ulama dari beberapa Institusi Islam paling berpengaruh di Inggris mengatakan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Halal. Alasannya karena pemerintah telah mengonfirmasi vaksin tersebut tidak mengandung komponen dari hewan.

Fatwa tersebut ditandatangani oleh para ulama Deobandi, yaitu Yusuf Shabbir dan Mufti Shabbir Ahmad dari Darul Uloom Blackburn, Mufti Muhammad Tahir dari Darul Uloom Bury, dan konsultan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Mawlana Kallingal Riyad.

“Kami menghubungi perusahaan Pfizer untuk meminta perincian bahan yang dibagikan dengan kami. Ini juga tersedia di tautan ini. Awalnya, bahan yang menjadi perhatian hanya kolesterol karena bisa bersumber ari lemak hewani meski biasanya bersumber dari telur ayam,” kata mereka, dilansir 5 Pillars UK, pekan lalu, yang juga diberitakan irham.co.id hari ini (16/12).

Karena Pemerintah Kerajaan Inggris menegaskan bahwa bahan vaksin tersebut tidak bersumber dari lemak hewani, maka para ulama Inggris berani menyatakan Halal. Apalagi Perusahaan juga telah mengonfirmasi hal ini melalui surat elektronik dengan menyatakan semua eksipien lipid yang digunakan dalam vaksin Covid-19 mRNA BNT162b2 berasal dari sumber yang diturunkan dari tumbuhan atau sintetis. Vaksin tidak mengandung komponen hewan.

Sementara itu dari Indonesia, Ketua Umum YPHI (Yayasan Produk Halal Indonesia) Dr. Muhamad Yanis Musdja, M.Sc. mendukung pernyataan Para Ulama Inggris, yang responsif terhadap status Halal Vaksin Covid-19 itu. Sudah selayaknya Pemerintah Indonesia juga memberi kebebasan untuk meneliti kehalalan Vaksin Covid-19 yang ditawarkan pihak Sinovac dari China.

“Saya senang, Para Ulama di negara dimana Ummat Islam minoritas, responsif terhadap kehalalan suatu produk farmasi. Pernyataan Halal tersebut sangat penting agar Ummat yakin.” ujarnya kepada redaksi iHalal.id tadi malam (16/12) di Jakarta.

“Harap dicatat jawaban ini khusus untuk vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech berdasarkan kandungannya saat ini dan tidak serta merta mencakup vaksin lain yang akan datang,” ujar mereka.

Akan tetapi, keputusan menggunakan vaksin adalah hak seseorang dan keputusan pribadi. Setiap orang direkomendasikan agar membaca brosur informasi untuk memahami manfaat dan risikonya serta berdiskusi dengan ahli medis jika memerlukan informasi lebih lanjut.

Fatwa tersebut dikeluarkan saat warga Inggris mulai menerima vaksin Pfizer-BioNTech. Tenaga medis yang berada di garda terdepan, orang-orang yang berusia di atas 80 tahun, dan pekerja perawatan rumahan akan menjadi yang pertama dalam antrean untuk mendapatkan vaksin.

Di Inggris, 50 rumah sakit pada awalnya dipilih sebagai pusat penyelenggaraannya. Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara juga akan memulai program vaksinasi mereka dari rumah sakit pada Selasa. Pada Senin, pemerintah mengumumkan 14.718 orang lagi terkonfirmasi terkena virus Covid-19. Sementara 189 lainnya telah meninggal dalam 28 hari setelah tes positif sehingga total kematian menjadi 61.434. (red.)

Sumber:
https://5pillarsuk.com/2020/12/07/fatwa-pfizer-covid-19-vaccine-declared-halal/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed