by

Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan Memerintah Dari Masjid

JAKARTA (iHalal.id) — Bagi Umat Islam Bulan suci Ramadhan harus dijadikan momentum perubahan diri. Tempat yang paling tepat untuk melakukan perubahan adalah Masjid.

Wali kota Bengkulu H. Helmi Hasan (kiri), hadir dalam acara Buka puasa bersama hari ini (18/04), di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Al-Askar Otista Cawang Jakarta. Tampak hadir Ketua Yayasan Askar Pusat Fahmi Abdul Kadir Askar (ketiga dari kiri) beserta keluarga. (foto: iHalal.id)

Hal itu disampaikan Wali kota Bengkulu Helmi Hasan disela kunjungan Safari Ramadhan 1442 H. hari ini (18/04) di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Al-Askar Otista Cawang Jakarta Timur.

Lebih jauh politisi PAN (Partai Amanat Nasional) itu menjelaskan Masjid adalah pusat pembentukan Peradaban ummat. Oleh karena itu, para pengurus Masjid harus mampu menarik hati Masyarakat sekitar agar mencintainya.

“Saya tidak segan memberikan hadiah, agar Masyarakat mau ke Masjid, sebagal langkah awal agar mereka mencintai Masjid”, ujar mantan pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu periode 2009-2014 itu, disela tausyiah Ramadhan usai shalat Teraweh di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Al-Askar Otista Cawang.

Kepada Ketua Yayasan Askar Pusat Fahmi Abdul Kadir Askar, Wali Kota yang sudah dua periode memimpin Kota Begkulu itu menawarkan tanah wakaf untuk rumah Tahfidz Qur’an Al-Askar di tengah Kota Bengkulu.

Tawaran Wali Kota Bengkulu itu disambut gembira pihak Yayasan Askar Pusat.

“Kami menyambut baik tawaran pa wali kota tadi, kami akan bahas di internal kami,” ujar Fahmi kepada iHalal.id hari ini (18/04), disela acara buka puasa Ramadhan 1442 H. di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Al-Askar Otista Cawang Jakarta.

Saat ini, Yayasan Askar Pusat telah mendirikan 36 Rumah Tahfidz Qur’an Al-Askar di berbagai kota di tanah air, antara lain di Puncak Bogor Jawa Barat, Daerah Istimewa Aceh, Provinsi Kendari. Lulusan Rumah Tahfidz Qur’an Al-Askar, sebagian menuntut ilmu di berbagai Universitas di luar negeri, antara lain Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, Universitas Maroko, Universitas Al-Ahqof Yaman dan Universitas Madinah.

Diharapkan, para lulusan tadi kembali ke tanah air mengabdi bagi Agama, seperti mengajar di Rumah Tahfidz Qur’an dimana mereka berasal, maupun bagi Negara dan Bangsa agar tercipta “Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghofur “. (Gaf)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed